Beranda DAERAH Polres Padang Panjang Antisipasi Larangan Berpolitik di Rumah Ibadah

Polres Padang Panjang Antisipasi Larangan Berpolitik di Rumah Ibadah

45
0

Padang Panjang, suarabhayangkara.com – Kapolres Padang Panjang AKBP Cepi Noval,SIk Sutan Bagindo menerbitkan surat perintah penugasanc bintara dan perwira saat sholat fardhu dan jumat, guna mengawasi penyalahgunaan mesjid sebagai lokasi berpolitik.

“Kita terbitkan hari ini sprint Kapolres sebagai tindak lanjut pengawasan penyalahgunaan mesjid sebagai ajang berpolitik,” tegas Cepi Noval kepada Kabarpolisi media grup dihadapan seluruh staf pimpinan di Mapolres Padang Panjang, Sumatera Barat Selasa kemarin.

Cepi Noval menyatakan jajarannya memberikan perhatian serius terhadap pembinaan dakwah dan ibadah diseluruh mesjid di Padang Panjang. Sebab kota Padang Panjang dikenal sebagai pusat pengembangan ajaran Islam di Indonesia.
Dalam kaitan itu, katanya, Polres memberikan dukungan rasa aman dan nyaman dalam beribadah, terutama sekali dalam kaitan menjaga barang pribadi jamaah seperti mobil, kendaraan bermotor, sepeda atau sepatu dan sandal.

“Kita tempatkan dua bintara bersenjata laras panjang diluar mesjid dan mereka melaksanakan sholat jumat diluar mesjid supaya tetap bisa memantau,” ujar Cepi.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan netralitas mesjid dalam kegiatan politik praktis, Polres Padang Panjang juga menerbitkan Sprint untuk melakukan pengawasan langsung terhadap mesjid mesjid yang terindikasi penyalahgunaan.
Menurut Cepi untuk tugas wasjid (pengawasan mesjid) pihaknya menurunkan perwira dan bintara ke mesjid mesjid terindikasi di Padang Panjang. Tujuannya supaya pengelola masjid dan khatib tidak menjadikan khutbah sebagai bentuk kegiatan politik praktis.

Cepi Noval mengakui pihaknya menerima banyak informasi tentang penyalahgunaan mesjid untuk kegiatan politik praktis, seperti ceramah tentang capres yang dengan sengaja mendiskreditkan capres tertentu.

Sprint Kapolres itu, tegas Cepi Noval juga akan dibacakan oleh pengurus mesjid sebelum pelaksanaan ibadah sholat jumat.

“Jadi sebelum rangkaian sholat jumat dilakukan kita minta sprint itu dibacakan dulu oleh pengurus mesjid supaya khatib dan jemaah memahami bahwa ada larangan berpolitik di mesjid.
Polres Padang Panjang,  tambah Cepi Noval yang sudah diangkat sebagai anak kemenakan di Kenagarian Lareh Nan Panjang, juga telah mempersiapkan dua pertiga personilnya untuk sosialisasi dan pengawasan kampanye serta pileg dan pilpres 17 April 2019 mendatang.

Sekalian juga menyiapkan tim huru hara apabila terjadi tindakan demontrasi dan sebagainya pada pra dan pasca pileg dan pilpres.

Polres Padang Panjang juga mengintensifkan pengawasan kota sebagai daerah transit arus barang, orang dan kendaraan. Posisi daerah transit itu diakui Cepi rawan terhadap tindakan radikalisme, narkoba dan tindak kekerasan. Secara umum, katanya, trend tindakan tersebut cenderung menurun selama dua setengah tahun terakhir ini. (awe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here