Beranda DAERAH Kritis Ditembak 74 Peluru, BKSDA Berusaha Selamatkan Orangutan Sumatera

Kritis Ditembak 74 Peluru, BKSDA Berusaha Selamatkan Orangutan Sumatera

41
0

Tim medis dari Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit Sumatera Utara sedang melakukan operasi. Foto @kementerianLHK

SUBULUSSALAM, suarabhayangkara.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh evakuasi orangutan sumatera (Pongo abelii) di kebun warga tepatnya di Desa Bunga Tanjung Kec. Sultan Daulat Kota Subulussalam setelah ada laporan dari masyarakat, Sabtu (9/3).

Tim BKSDA Aceh bersama dengan personel WCS-IP dan HOCRU-OIC turun ke lokasi dan berhasil mengevakuasi dua individu orangutan terdiri dari anak dan induknya, Minggu (10/3).

Dari pemeriksaan, diketahui bahwa induk OU dlm kondisi terluka parah krn benda tajam pd tangan kanan, kaki kanan serta punggung. Sedangkan bayi OU yg berumur 1 bulan, dlm kondisi kekurangan nutrisi parah dan shock berat.

Tim bergegas bawa kedua OU ke Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit, Sumatera Utara, yg dikelola Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melalui Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP), untuk dilakukan perawatan intensif.

Namun dalam perjalanan anak orangutan mati diduga karena malnutrisi. Anak OU kemudian dikuburkan di Pusat Karantina Orangutan di Sibolangit Sumatera Utara.

Hasil pemeriksaan x-ray, ditemukan peluru senapan angin sebanyak 74 butir yg tersebar di seluruh badan. Kondisi OU masih belum stabil sehingga masih akan berada di kandang treatment untuk perawatan intensive 24 jam.

KLHK mengecam keras tindakan biadab yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menganiaya satwa liar yang dilindungi.

“BKSDA Aceh & @gakkum_klhk @gakkumsumatera untuk mengusut tuntas kasus kematian bayi orangutan sumatera dan penganiayaan induknya, di Subulussalam ini. #orangutan #orangutansumatera #saveorangutan #stopsenapanangin,” tulis akun Twitter resmi KLHK @kementerianLHK. (jen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here