TAHANAN RUTAN KLS IIB BALIGE DIDUGA BUNUH DIRI, KELUARGA CURIGA ATAS KEMATIAN KORBAN
TOBA – Kematian seorang tahanan titipan Polres Toba di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menyisakan duka dan pertanyaan bagi pihak keluarga.
Tahanan bernama Herman Rikardo Hutapea ditemukan dalam kondisi kritis di dalam kamar hunian pada Jumat dini hari, 26 September 2026. Saat ditemukan, terdapat selimut yang terikat pada bagian leher korban.
Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas IIB Balige, Leo Frans Sihaloho, menjelaskan peristiwa itu diketahui setelah petugas jaga mendengar teriakan dari salah seorang warga binaan.
“Setelah mendengar teriakan, petugas langsung melakukan pengecekan dan menemukan saudara Herman dalam kondisi kritis dengan selimut terikat di leher,” ujar Leo.
Petugas kemudian membawa korban ke Klinik Pratama Rutan Balige untuk pemeriksaan awal. Karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke RS HKBP Balige. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Porsea untuk pemeriksaan lebih lanjut yang melibatkan tim medis forensik, petugas medis Rutan, pihak kepolisian, serta disaksikan pihak keluarga.
Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik sementara yang disampaikan pihak Rutan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban, namun terdapat jejak menyerupai bekas tali di bagian depan leher sepanjang sekitar 30 sentimeter.
Pihak Rutan juga menyebut tidak menemukan adanya indikasi intimidasi maupun kekerasan terhadap korban selama menjalani masa tahanan. Herman diketahui merupakan tahanan titipan Polres Toba dalam perkara narkotika.
Terkait barang bukti selimut, pihak Rutan menyebut selimut tersebut telah terbelah menjadi dua bagian dan tidak ditemukan benda tajam di dalam kamar hunian.
Setelah pemeriksaan di RSUD Porsea selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.
Namun pihak keluarga masih mempertanyakan penyebab kematian korban secara utuh.
Adik kandung korban, Chandra Hutapea, mengatakan keluarga ingin mengetahui secara jelas kronologi sebelum korban ditemukan dalam kondisi kritis.
Kekhawatiran keluarga muncul setelah beredar video amatir yang memperlihatkan kondisi tubuh korban dengan luka di bagian kanan leher.
“Kami keluarga ingin tahu secara jelas apa yang terjadi. Kami melihat ada luka di leher. Kami minta agar ini ditelusuri secara menyeluruh,” kata Chandra.
Atas kejadian tersebut, keluarga juga meminta perhatian kepada Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan, agar kasus ini mendapat perhatian dan diungkap secara terang.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada kesimpulan resmi yang memastikan secara menyeluruh penyebab dan mekanisme kematian Herman Rikardo Hutapea. Hasil pemeriksaan resmi dari tim forensik dan penyelidikan pihak kepolisian masih ditunggu untuk menjelaskan rangkaian peristiwa secara utuh.
*Dari Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Gomsan Silitonga, PERS SUARABHAYANGKARA, melaporkan.*
